Serba-Serbi

Selamat datang,,, Semoga Blog ini bermanfaat untuk anda,,,


Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan


Kamu berbohong terus yah!
Jumat, 5/3/2010 | 15:26 WIB
KOMPAS.com - Pria berbohong tidak saja untuk menutupi kesalahan atau menutupi selingkuhannya, tetapi kadang-kadang hanya karena mereka malas berargumentasi dengan Anda. Apapun motivasinya, mendapati pasangan berbohong memang menyebalkan. Apalagi bila mereka menyampaikannya dengan begitu meyakinkan.
Nah, bagaimana cara Anda mendeteksi saat pasangan Anda berbohong? Mungkin dengan mengenali jenis kebohongan yang paling sering diucapkannya. Kata-kata ini terdengar simpel, tapi sebenarnya merupakan kata-kata pamungkas yang mereka katakan saat merasa terpojok.

1. ''Tadi kena macet''
Pria tidak suka banyak bicara. Mereka adalah mahluk yang praktis. Bagi mereka lebih mudah untuk mengatakan hal-hal yang simpel sebagai alasan, ketimbang harus berpanjanglebar menjelaskan kenapa mereka datang terlambat. Ingatladies, pria bukanlah mahluk yang pintar berdiplomasi, mereka bahkan bukan pembicara yang baik. Jadi jangan paksa mereka untuk terus menjelaskan.

2. ''Ah, enggak mahal kok''
Pria sedewasa apa pun, pasti punya hobi. Terlebih mereka yang sudah mapan, maka hobi adalah urutan nomor dua setelah pekerjaan. Anda? Nomor 3! Itu pun kalau keluarga tidak masuk prioritasnya.

Masalahnya, jika berhubungan dengan hobi maka mereka tidak akan memikirkan harganya. Semahal apa pun mereka akan berusaha memenuhinya. Nah, karena mahal mereka akan berbohong soal harga hobi tersebut. Terlebih jika mereka tahu, Anda tidak suka dengan hobinya itu. Meskipun uang yang ia habiskan untuk mengongkosi hobinya itu bukan uang tabungan bersama, tetap saja ia akan berbohong untuk menutupinya. Sebab, mereka ingin tetap terlihat bertanggung jawab soal uang.

3. ''Sudah di lampu merah, nih''
Pria umumnya menggunakan alasan ini saat ia sebenarnya tidak ingin datang ke suatu tempat atau acara yang Anda hadiri. Misalnya acara keluarga atau acara kumpul-kumpul bersama teman Anda. Maka ia menggunakan alasan ini untuk menutupi keadaan yang sebenarnya., karena ia tahu tidak mungkin menolak datang. Pada akhirnya, ia datang terlambat.

4. ''Aku enggak merokok, kok''
Anda benci dengan hobi buruknya, yaitu merokok. Di satu sisi ia sulit untuk menghentikan kebiasaan buruknya, apalagi teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Namun di sisi lain ia tidak ingin mengecewakan Anda, atau dinilai tidak komitmen untuk berhenti dari kebiasaan buruk itu.

5. ''Kamu enggak gemuk kok, sayang''
Setiap kali Anda menanyakan apakah Anda terlihat gemuk, saat itu juga ia akan kebingungan untuk menjawab. Ingin menjawab "kamu memang gemuk", takut Anda marah. Bila menjawab "tidak" pun, Anda tahu ia berbohong. Serba salah, kan? Karena itu, jangan paksa mereka untuk tetap menjawab seperti yang Anda mau. Lagipula, ini bukan melulu kesalahan pria.


Jika Si Kecil Suka Menggigit dan Memukul
Jangan berantem yah..main yang baik.
Jumat, 5/3/2010 | 15:44 WIB
KOMPAS.com - Banyak orangtua yang mengatakan bahwa mengasuh anak perempuan lebih sulit daripada mengasuh anak laki-laki. Hal ini sedikit banyak ada benarnya. Anak perempuan yang sangat aktif dan emosional lebih sulit "dikendalikan" ketimbang anak laki-laki dengan karakter yang sama. Aktifnya anak perempuan ditandai dengan ciri-ciri tidak bisa diam di satu tempat, cepat penasaran dan mencari jawabannya, tidak menerima masukan dari orang lain, sensitif, suka berteriak (marah), dan melakukan kekerasan fisik yang belum mereka sadari secara langsung.

''Mereka tidak sadar kalau perbuatannya bisa melukai dan menyakiti orang lain,'' ujar Dr Michael H Popkin, PhD, pendiri Active Parenting Publishers. Ia juga mengatakan bahwa keadaan seperti itu (marah, memukul, dan menggigit) adalah cara yang primitif dalam menghadapi rasa frustrasi.
Sebagai orangtua Anda bertugas untuk menenangkan dan memberikan masukan kepada anak agar tidak menyakiti orang lain. Dengan demikian anak bisa mengendalikan amarahnya dan mampu mengurangi hal-hal negatif yang berhubungan dengan kekerasan fisik.

Anak-anak yang pemarah harus dihadapi saat mereka sudah tenang. Jika Anda berusaha menenangkannya saat mereka tengah marah, mereka tidak akan mendengarkan Anda dan bahkan akan melawan.

Setelah mereka tenang, bicarakan baik-baik, bahwa mengigit dan melakukan kekerasan tidak baik dilakukan oleh anak perempuan. Konsekuensinya, ia akan ditinggalkan oleh teman-temannya.

Kalaupun ia menolak dan tetap melakukan yang sama, coba alihkan untuk memukul bantal atau boneka. Jika ia tetap melawan, memukul, dan menggigit, jangan ragu untuk memberikan hukuman. Misalnya memasukkannya dalam kamar yang sepi hanya berdua, dan katakan misalnya, ''Menggigit dan memukul bukan dilakukan oleh manusia. Hanya hewan saja yang menggigit''.

Setelah amarahnya reda, ajak ia untuk melakukan aktivitas yang ia sukai, dan mulailah menjelaskan perbuatannya yang buruk. Lakukan berulang hingga ia paham dan mau berubah.

Langganan: Postingan (Atom)